Semboja Kuning

JIKA setiap kompleks rumah di Jogja perlu membuat bendera, pura-puranya negara gitu, yang paling gampang dirundingkan ya kompleks rumah saya ini. Semisal Kanada dan pilihan benderanya ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ฆ yang menggunakan gambar daun maple.

Pohon Semboja, atau disebut juga Kemboja atau Kamboja, menyebar di kompleks rumah. Nyaris 100 persen yang berwarna kuning keputihan. Nama genusnya, Plumeria alba. Ditanam secara ofisial oleh pihak pengembang. Alhasil, pada setiap hari pohon-pohon itu akan menghasilkan guguran bunga.

Ada empat area yang paling banyak menerima guguran bunganya. Pertama, area kolam renang. Kedua, di gerbang, tempat pos pengamanan. Ketiga, emper mobil (carport) tetangga yang jarang dihuni. Dan keempat, pengkolan perempatan.

Sesekali, untuk kebutuhan menghias obyek foto, saya memunguti bunga-bunga gugur yang di area kolam renang. Seperti saat memotret buku ini buat diunggah di blog saya yang satunya.

Bunga Semboja Kuning yang saya abadikan di atas, ada kisahnya ๐Ÿ˜

Suatu pagi jelang siang, saya memutuskan untuk keluar rumah jalan kaki ๐Ÿšถ Untuk menyantap soto yang hanya berjarak beberapa ratus meter. Saya memungutnya sewaktu pulang.

Semula, saya kurang menaruh perhatian. Sebab tebaran bunga itu sudah menjadi pemandangan umum sehari-hari. Ia ada saat belum disapu Pakbon kompleks. Biasanya mereka sudah kurang cantik. Kelopak-kelopaknya sudah berwarna kecoklatan ๐Ÿ˜ญ

CATATAN: Kata “coklat” mengacu ke warna; sementara “cokelat” adalah hasil olahan kakao.

Saat itu saya sudah melangkah melewati garis batas gerbang. Settt. Mata saya ๐Ÿ‘€ menangkap sekuntum yang masih mulus. Saya atret beberapa langkah dan menjemputnya. Saya elus kelopak-kelopaknya, dan mengindranya. Semerbak harum meronai hidung saya.

Satu jam-an berselang, saat ingin memotretnya, ah.. ๐Ÿ˜” tepi daunnya mulai dihiasi titik-titik kecoklatan. Sayang sekali, padahal aromanya masih sedap. Eman-eman gitu. Namun, gimana lagi. Saya enggak punya laboratorium untuk mengekstraknya.

Selekas itu ia kecoklatan. Secepat itu masa hidupnya usai ๐Ÿ’จ Ia segera disapu dan dibuang. Berimpit bersama sampah-sampah rumah tangga lainnya yang beraroma tak sedap ๐Ÿคฎ

Tak ubahnya manusia. Kadang kita sudah layu–dalam makna luas–saat masih menyimpan banyak potensi. Oleh sebab itu, alangkah baiknya potensi itu kita ekspresikan sebelum kehabisan waktu ๐Ÿ”ฅ ๐Ÿ’™

2 thoughts on “Semboja Kuning

  1. Kalo ingat bunga Kamboja, aku inget zaman kecil dulu. Ada yg bilang kalo bisa Nemu bunga kamboja dengan kelopak hanya 4, itu pas ujian bakal lancar hahahahaha. Tapi mau diubek gimanapun, di komplk rumahku ga pernah Nemu Kamboja berkelopak 4, yg ada cuma 5.

    Tapi abis itu dimarahin Ama guru ngaji, dibilang musyrik :D. Langsung pada balik rajin belajar lagi hihihi ..

    Liked by 1 person

    1. Saya pernah baca unggahan di IG tentang kelopak 4 ini. Langka. Kadang di serakan itu, saya mencoba cari. Enggak nemu, hahaha.

      Oya, satu lagi. Kamboja Kuning ini dulunya “identik” dengan tanaman di pekuburan. Entah sekarang, masih dianggap begitu enggak.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s